7 Manfaat Asparagus di Balik Kelezatannya

Sebagai pecinta kuliner, pasti anda mengetahui sumber makanan yang termasuk dalam jenis sayur ini. Ya, asparagus merupakan salah satu sayuran yang banyak dioleh sebagai campuran seperti sup asparagus kepiting, atau sebagai kombinasi dalam makanan berbahan dasar daging.

Namun di balik rasanya yang khas ini, tahukah anda jika dulunya asparagus merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan warga Eropa untuk meningkatkan gairah seks dan untuk meningkatkan mood booster.

Baca Juga: Madu Penyubur Kandungan

Tak hanya itu, setelah melalui berbagai penelitian ternyata manfaat asparagus sangatlah beragam, terutama untuk kesehatan tubuh. Ingin tahu apa saja manfaat asparagus? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

  1. Menurunkan resiko penyakit jantung

Salah satu organ intim tubuh yang cukup rentan dengan penyakit berbahaya adalah jantung. Sebab dari sinilah berbagai resiko penyakit muncul seperti hipertensi, stroke,  dan masih banyak lainnya.

Akan tetapi, dengan mengonsumsi asparagus ternyata anda dapat menurunkan resiko terserang penyakit jantung. Kandungan vitamin B yang tinggi pada asparagus terbukti mampu mengatur kadar asam amino homocysteine agar tetap stabil.

Dimana asam amino ini akan mampu mengatur kesehatan jantung.

  1. Mencegah batu ginjal

Satu penyakit lagi yang dapat dicegah dengan mengonsumsi asparagus, yaitu batu ginjal. Penyakit yang muncul akibat toksin berlebih pada ginjal ini dapat dicegah dengan banyak mengonsumsi makanan yang memiliki unsur diurentik alami.

Dan salah satunya yaitu terdapat pada asparagus. Tak hanya itu, manfaat asparagus dengan kandungan unsur diurentiknya inipun mampu mengatasi masalah edema dan tekanan darah tinggi.

  1. Menjaga kesehatan janin

Selain dikenal sebagai makanan penyubur kandungan. Asparagus adalah salah satu sayur yang sangat diperuntukkan untuk kesehatan janin dalam rahimnya. Ya sebab asparagus memiliki kandungan asam folat tinggi yang mampu menjaga kesehatan sekaligus membantu tumbuh kembang janin.

Selain itu, kandungan asam folat juga akan membantu mencegah bayi terlahir cacat syaraf.

  1. Mencegah kanker

Manfaat asparagus selanjutnya yaitu untuk mencegah penyakit kanker. Dengan kandungan antioksidan yang terdapat pada asparagus, tubuh mampu mencegah pertumbuhan sel kanker dengan baik.

Selain itu, antioksidan yang terdapat pada asparagus pun mampu mencegah radikal bebas penyebab penyakit kanker.

  1. Mengatur gula darah

Bagi anda yang memiliki riwayat penyakit gula darah atau diabetes, mengonsumsi asparagus setiap hari sangatlah disarankan. Sebab dari sayuran ini anda akan mendapat asupan B6 yang tinggi, dan dengan begitu kadar gula darah dalam tubuh akan terjaga kestabilannya.

Asparagus juga mampu menurunkan resiko diabetes tipe 2 dengan kandungan antioksidan dan anti inflamasinya yang tinggi.

  1. Baik untuk pencernaan

Meskipun dapat mengakibatkan perut begah ketika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, namun apabila dikonsumsi dalam jumlah normal (tidak berlebihan) ternyata asparagus sangat baik untuk menjaga kesehatan organ pencernaan, khususnya usus.

Bahkan kanker usus pun dapat dicegah hanya dengan mengonsumsi sayuran yang satu ini. Begitu pula dengan nutrisi yang dibutuhkan usus dapat anda peroleh dengan mudahnya dari sayur asparagus.

  1. Menyehatkan kulit

Bukan hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, namun manfaat asparagus lainnya justru akan anda dapatkan untuk kulit. Ya, asparagus pun mampu menjaga kesehatan kulit anda dengan banyaknya kandungan antioksidan gluthathion di dalamnya.

Tak cukup disini, manfaat asparagus lain untuk kulit yaitu dapat menurunkan resiko penuaan dini yang dapat disebabkan karena paparan sinar UV. Dimana tanda-tanda penuaan dini yang sering kali muncul adalah kulit keriput pada area mata, flek hitam dan lain-lain.

Nah yang perlu anda ingat, meskipun manfaat asparagus begitu beragam namun pastikan anda tak mengonsumsinya secara berlebih. Sebab asparagus juga dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti gula darah yang tidak stabil, perut kembung dan bergas, bau menyengat pada urine dan alergi pada beberapa kasus.